BPJS DEFISIT 9 TRILYUN PEMERINTAH AKAN NAIKKAN IURAN?

By Info Warga Jember 01 Nov 2017, 07:06:20 WIB Kesehatan
BPJS DEFISIT 9 TRILYUN PEMERINTAH AKAN NAIKKAN IURAN?

Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan bahwa pemerintah terus mencari cara untuk menangani defisit yang diderita BPJS Kesehatan (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial). Salah satunya, perihal kemungkinan perubahan tarif yang dibayar.

 

"Memang (perubahan) tarif sedang dipertimbangkan," ujar pria yang akrab dipanggil JK tersebut saat ditanyai awak media di kantornya, Selasa, 31 Oktober 2017.

 

Sebelumnya, dikabarkan bahwa BPJS Kesehatan berpotensi mengalami defisit pendanaan untuk pembayaran klaim peserta sebesar Rp9 triliun pada tahun ini. Hal tersebut karena kurangnya pembayaran iuran oleh para pesertanya.

 

Data terakhir dari BPJS, salah satu penyebab defisit adalah terdapat selisih pembayaran iuran sebesar Rp13 ribu per peserta (Penerima Bantuan Iuran) atau dari yang seharusnya dibayar Rp36 ribu, hanya dibayar Rp23 ribu. Jika selisih itu dikalikan dengan jumlah peserta BPJS yang mencapai 92,4 juta jiwa, maka bisa mencapai Rp 1,2 triliun.

 

JK beranggapan, perubahan tarif yang ada perlu dipertimbangkan karena yang ada saat ini dirasa terlalu rendah. Padahal, standar layanan rumah sakit terus meningkat.

 

Di sisi lain, inflasi juga faktor yang tak bisa dikesampingkan. Oleh karenanya, menurut JK, perlu segera diambil langkah strategis.

 

"Ini kan sudah tiga tahun, masa begitu-begitu saja tarifnya sementara layanan yang diberikan sudah naik," ujarnya.

 

JK menambahkan bahwa pemerintah juga berencana membuat kebijakan di mana defisit tidak ditanggung pemerintah pusat saja. Dengan kata lain, akan dibagi antara pemerintah pusat dan daerah agar bebannya bisa dikurangi.

 

Hal itu, kata JK, sudah disampaikan kepada Dewan Pengawas BPJS yang berkunjung ke Kantor Wapres beberapa hari lalu. Kepada Dewan Pengawasa BPJS, JK mengaku menyampaikan bahwa pemda perlu ikut terlibat dalam penanganan BPJS Kesehatan karena selama ini daerah merasa tidak ikut bertanggung jawab.

 

"Padahal Pemda juga banyak, selalu ada program kesehatan oleh daerah masing-masing. Itu gabungkan saja, nanti akan selesai itu defisit," ujarnya.

 

Ditanyai apakah pembagian penanganan defisit itu sudah mulai dibahas lebih lanjut, JK mengklaim hal itu sudah dibahas di kabinet. "Nanti akan saya usulkan untuk dibahas lagi supaya gak tiap tahun tinggi defisitnya," ujarnya.

 

Saat ini, iuran BPJS Kesehatan untuk perorangan adalah Rp 25.500 untuk pelayanan kelas III, Rp 51 ribu untuk pelauyanan kelas II dan Rp 80 ribu untuk kelas I

 

Post oleh Arif Witanto digrup infowargajember facebook




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Siapakah Calon Walikota dan Wakil Walikota Padang Favorit Anda?
  Mahyeldi Ansyarullah - Emzalmi
  Robby Prihandaya - Dewi Safitri
  Tommy Utama - Laura Hikmah
  Willy Fernando - Vicky Armita
  Laura Himah i Nisaa - Safaruddin
  apakah dengan adanya web info warga jember, lebih mudah mendapatkan berita yang terupdate?

Komentar Terakhir

  • Tommy Utama

    Para pengunjuk rasa membawa bendera-bendera Palestina dan foro-foto pemimpin tertinggi ...

    View Article
  • Robby Prihandaya

    Anda penyuka Transformer? Tentu hal yang paling menarik saat menonton film Transformer salah ...

    View Article
  • Edo Ikfianda

    Setelah membentuk Timnas, PSSI versi KLB pimpinan La Nyalla Mahmud Matalitti menunjuk Alfred Riedl ...

    View Article

Video Terbaru

View All Video